JAKARTA, cssmayo.com – Data Fabric kini menjadi solusi andalan bagi perusahaan modern. Teknologi ini hadir untuk mengatasi masalah data yang tersebar di banyak tempat. Bayangkan sebuah perusahaan retail besar dengan data di puluhan sistem berbeda. Ada data penjualan dari toko fisik dan transaksi online. Ada juga info pelanggan dari aplikasi loyalty serta data stok dari gudang. Ketika tim marketing ingin buat kampanye promosi khusus, mereka harus menunggu lama. Proses gabung data yang rumit jadi penghambat utama.
Data Fabric hadir sebagai jawaban atas masalah ini. Teknologi ini telah jadi tren besar dalam dunia kelola data. Menurut laporan Coherent Market Insights, nilai pasar DataFabric global capai 3,55 miliar dolar AS di tahun 2025. Angka ini diprediksi naik hingga 17,02 miliar dolar AS pada 2032. Tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 25,1 persen.
Apa Itu DataFabric dan Cara Kerjanya
Data Fabric adalah cara modern untuk kelola data dari berbagai sumber secara terpadu. Konsep ini membuat lapisan virtual yang membuat data bisa mengalir lancar antar sistem. Data tidak perlu dipindah secara fisik ke satu tempat.
IBM menyebut DataFabric sebagai solusi yang membuka akses data dalam skala besar. Sistem ini bekerja secara cerdas dan otomatis. Fakta menarik, sekitar 60 persen data perusahaan tidak pernah dipakai. Data ini disebut sebagai dark data atau data gelap.
Cara kerja DataFabric berbeda dengan metode lama. Metode lama mengharuskan data dipindah ke satu lokasi pusat. DataFabric membuat data tetap di tempatnya tapi bisa diakses secara terpadu. Hal ini cocok di era cloud computing saat ini. Data perusahaan tersebar di on premises, public cloud, private cloud, dan edge computing.
Komponen Penting dalam Data Fabric
Menurut riset Forrester, Data Fabric lengkap punya enam bagian utama. Semua bagian ini bekerja sama untuk hasil terbaik.
Berikut komponen penyusun DataFabric yang perlu dipahami:
- Data Management mengurus tata kelola, keamanan, dan mutu data
- Data Ingestion mengumpulkan data dari berbagai sumber ke dalam fabric
- Data Processing mengubah dan membersihkan data agar siap pakai
- Data Orchestration mengatur aliran data antar sistem
- Data Discovery membantu pengguna menemukan data yang dibutuhkan
- Data Access memberi akses data lewat dashboard dengan izin yang tepat
Ada juga teknologi pendukung yang penting. Apache NiFi dan Talend untuk gabung data. Apache Airflow untuk atur aliran kerja. Collibra dan Alation untuk tata kelola. Denodo untuk buat data virtual.
Manfaat DataFabric untuk Perusahaan
Perusahaan yang pakai Data Fabric akan dapat banyak keuntungan. Dampaknya langsung terasa pada kerja sehari hari.
Dari sisi hemat biaya, DataFabric hapus kebutuhan bangun koneksi manual. Tim IT tidak perlu tulis kode untuk tiap koneksi baru. Fabric sudah sediakan konektor siap pakai. Studi Forrester ungkap bahwa DataFabric bisa hemat biaya besar. Waktu proyek data juga jadi lebih cepat.
Manfaat lain adalah pandangan lengkap terhadap data bisnis. DataFabric bisa gabungkan data dari CRM, media sosial, dan toko online. Data dari perangkat IoT juga bisa masuk. Hasilnya adalah pemahaman lengkap tentang pelanggan. Perusahaan bisa buat layanan yang lebih personal. Kampanye marketing jadi lebih tepat sasaran.
Bagi tim data science, DataFabric jadi fondasi penting. Mereka bisa akses data real time dengan mudah. Mutu data untuk latih model AI jadi lebih terjamin. Tanpa Data Fabric, proses siapkan data bisa makan 80 persen waktu proyek.
Data Fabric di Era AI dan Otomasi
Kemunculan Agentic AI telah ubah cara kerja Data Fabric. Sistem AI kini bisa kejar target sendiri dan buat keputusan pintar. Untuk itu, fondasi data yang kuat jadi syarat mutlak.
Laporan Forrester Wave Data Fabric Q4 2025 beri nilai tinggi pada vendor utama. Microsoft, Cloudera, dan Teradata dapat skor tertinggi dalam kategori Agentic AI. Ini tunjukkan bahwa dukungan untuk AI otonom jadi kriteria penting.
Microsoft Fabric punya Copilot yang bantu pengguna olah data. Cukup pakai bahasa sehari hari untuk cari insight. OneLake sebagai komponen utama satukan semua data secara real time. Sistem keamanan sudah tertanam di dalamnya.
Cloudera juga dapat pengakuan serupa. Mereka unggul dalam Integrated Fabric dan Unified Data Catalog. Platform mereka bisa kelola data di mana saja. Mulai dari cloud publik, data center, hingga edge computing.
DataFabric vs Data Mesh Apa Bedanya
Dalam dunia kelola data modern, Data Fabric sering dibandingkan dengan Data Mesh. Keduanya punya tujuan sama tapi cara berbeda.
Data Fabric fokus pada teknologi dengan kendali terpusat. Satuplatform kelola semua gabungan data. Satu tim tegakkan standar. Satu sistem atur aliran data. Hasil akhirnya adalah konsistensi lewat pusat kendali.
Data Mesh justru sebaliknya. Model ini fokus pada organisasi dengan kepemilikan tersebar. Tiap divisi bisnis seperti marketing atau finance kelola datanya sendiri. Data diperlakukan seperti produk yang bisa dipakai tim lain.
James Serra dari Microsoft jelaskan perbedaan keduanya. Data Fabric bersifat fokus teknologi. Data Mesh lebih tekankan perubahan cara kerja organisasi. Banyak perusahaan kini pakai cara campuran dari keduanya.
Perbandingan kedua pendekatan:
- DataFabric pakai cara low code tanpa banyak koding manual
- Data Mesh banyak pakai API untuk hubungkan sistem
- DataFabric cocok untuk perusahaan yang butuh aturan ketat
- Data Mesh ideal untuk tim yang sudah matang dan mandiri
Penerapan Data Fabric di Berbagai Bidang
Data Fabric sudah dipakai di banyak sektor industri. Tiap bidang punya kebutuhan dan cara pakai yang berbeda.
Di sektor bank dan keuangan, Data Fabric bantu satukan data pelanggan. Keputusan kredit berbasis AI jadi lebih akurat. Aturan privasi data juga lebih mudah dipenuhi. Kemampuan deteksi penipuan naik drastis berkat akses data real time.
Industri pabrik pakai DataFabric untuk perawatan prediktif. Digital twins dan optimasi produksi jadi lebih mudah. Sistem teknologi pabrik bisa terhubung dengan sistem IT kantor. Hasilnya adalah operasi yang lebih cerdas.
Sektor telekomunikasi harus kelola banyak jenis data sekaligus. Ada log jaringan, data pelanggan, dan sistem tagihan. DataFabric bantu otomasi jaringan dan prediksi pelanggan yang akan pindah. Distribusi konten jadi lebih cepat.
Bahkan NASA sudah pakai DataFabric untuk proyek khusus. Dalam uji coba di Arizona, teknologi ini kirim data ke kendaraan udara otonom. Data mengalir lancar saat pesawat terbang di atas berbagai wilayah.
Cara Mulai Terapkan DataFabric
Riset Gartner tentang Data Fabric 2025 beri panduan untuk memulai. Ada beberapa langkah yang harus diikuti.
Tahap pertama adalah periksa kondisi data yang ada. Pahami di mana data disimpan saat ini. Ketahui bagaimana data mengalir antar sistem. Tentukan juga tujuan bisnis yang ingin dicapai. Tanpa pemahaman ini, proyek DataFabric bisa gagal.
Tahap kedua adalah pilih tools yang sesuai. Tidak ada satu solusi yang bisa penuhi semua kebutuhan. Perusahaan perlu nilai berbagai vendor. Pilih kombinasi yang tepat antara platform gabung data dan tools tata kelola.
Tahap ketiga adalah siapkan tim yang mampu. DataFabric butuh kerja sama banyak pihak. Data engineer, data analyst, dan tim bisnis harus selaras. Tanpa kerja sama yang baik, potensi DataFabric tidak akan maksimal.
Kesimpulan
Data Fabric telah buktikan diri sebagai solusi modern untuk kelola data perusahaan. Teknologi ini mampu satukan data dari berbagai sumber secara otomatis. Akses data dalam skala besar jadi lebih mudah dan aman. Pertumbuhan pasar yang capai 17 miliar dolar AS pada 2032 tunjukkan bahwa DataFabric bukan sekadar tren sesaat. Pengakuan dari Forrester dan Gartner perkuat posisinya sebagai fondasi penting untuk proyek AI dan keputusan bisnis yang lebih cepat.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Techno
Baca Artikel Populer Lainnya Seperti: Foldable Laptop: Inovasi Layar Lipat yang Bikin Kagum Situstoto

