JAKARTA, cssmayo.com – Kejahatan di dunia maya terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi. Di tengah ancaman yang semakin kompleks, forensik digital hadir sebagai senjata ampuh untuk mengungkap pelaku dan mengamankan bukti elektronik. Indonesia sendiri mencatat kerugian finansial mencapai Rp 476 miliar akibat kejahatan siber hanya dalam tiga bulan terakhir tahun 2024, membuktikan betapa mendesaknya kebutuhan akan keahlian di bidang ini.
Memahami Konsep Dasar Forensik Digital

Forensik digital merupakan cabang ilmu forensik yang berfokus pada pemulihan dan investigasi materi yang ditemukan dalam perangkat elektronik. Proses ini melibatkan pengumpulan, analisis, dan penyajian bukti digital yang dapat digunakan dalam proses hukum maupun investigasi internal perusahaan.
Berbeda dengan forensik konvensional yang menangani bukti fisik seperti sidik jari atau DNA, bidang ini berurusan dengan data yang tersimpan dalam komputer, ponsel pintar, tablet, server, hingga perangkat penyimpanan eksternal. Setiap aktivitas digital meninggalkan jejak yang dapat dilacak oleh para ahli, mulai dari pesan yang sudah dihapus hingga koordinat GPS yang tersembunyi dalam riwayat perangkat.
Cakupan investigasi forensik digital meliputi:
- Pemeriksaan komputer dan laptop untuk menemukan bukti kejahatan
- Ekstraksi data dari ponsel pintar dan tablet
- Analisis lalu lintas jaringan untuk mendeteksi penyusupan
- Pemulihan berkas yang telah dihapus atau dirusak
- Investigasi penyimpanan cloud dan media sosial
- Pemeriksaan perangkat IoT dan kendaraan pintar
Peran Penting dalam Penegakan Hukum Forensik Digital
Perkembangan teknologi membuat hampir setiap aspek kehidupan bersentuhan dengan dunia digital. Konsekuensinya, bukti elektronik menjadi elemen krusial dalam berbagai kasus hukum, mulai dari penipuan daring hingga terorisme. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik telah mengakui informasi dan dokumen elektronik sebagai alat bukti yang sah di pengadilan Indonesia.
Badan Standardisasi Nasional menegaskan bahwa forensik digital berperan di belakang layar setelah insiden terjadi. Tugasnya mencakup pencarian akar penyebab masalah serta memastikan validitas dan kebenaran bukti digital atas suatu insiden. Tanpa prosedur yang tepat, bukti elektronik bisa kehilangan kekuatan hukumnya karena dianggap tidak autentik atau telah dimanipulasi.
Tahapan Investigasi yang Sistematis
Para praktisi menjalankan proses investigasi melalui serangkaian tahapan yang ketat dan terstruktur. Setiap langkah harus didokumentasikan dengan cermat untuk memastikan bukti dapat dipertahankan di hadapan hakim, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Berikut tahapan utama dalam proses investigasi:
- Identifikasi sumber bukti potensial dari berbagai perangkat
- Preservasi data untuk mencegah perubahan atau kerusakan
- Akuisisi dengan membuat salinan forensik yang identik
- Pemeriksaan mendalam terhadap data yang dikumpulkan
- Analisis untuk menemukan bukti relevan dengan kasus
- Dokumentasi seluruh proses dan temuan
- Penyajian hasil dalam format yang dapat dipahami pengadilan
Tantangan Forensik Digital di Indonesia
Indonesia menghadapi berbagai tantangan serius dalam pengembangan kapabilitas forensik digital. Menurut data terbaru, hanya terdapat 147 profesional tersertifikasi di bidang ini, jumlah yang sangat tidak sebanding dengan tingginya kasus kejahatan siber yang terus bermunculan.
Pakar forensik digital Muhammad Nur al-Azhar menyatakan bahwa negara ini masih kekurangan tenaga ahli dengan keahlian khusus di bidang tersebut. Situasi diperparah dengan ledakan jumlah data yang harus dianalisis, sering kali mencapai ratusan terabyte dalam satu kasus. Kemampuan mengelola volume data sebesar ini menjadi kunci keberhasilan investigasi.
Tantangan lain yang tidak kalah penting meliputi:
- Regulasi yang belum sepenuhnya mengikuti perkembangan teknologi
- Keterbatasan laboratorium dengan standar internasional
- Biaya peralatan dan perangkat lunak yang sangat tinggi
- Kompleksitas enkripsi pada perangkat modern
- Kebutuhan pembaruan skill yang terus menerus
Standar Internasional untuk Laboratorium
Untuk menjamin kualitas hasil investigasi, laboratorium forensik digital harus memenuhi standar internasional ISO/IEC 17025. Akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional diperlukan sebagai bentuk pengakuan formal kompetensi, sehingga hasil pengujian dari laboratorium Indonesia diakui kesetaraannya di tingkat global.
Donny Purnomo dari Badan Standardisasi Nasional menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 18 laboratorium forensik di Indonesia yang telah terakreditasi KAN. Upaya membangun infrastruktur ini dimulai 11 tahun lalu ketika BSN bersama Polri mengembangkan Pusat Laboratorium Forensik dengan bantuan Australian Federal Police.
Perangkat Lunak untuk Investigasi
Para investigator mengandalkan berbagai perangkat lunak khusus untuk menjalankan tugasnya. Setiap alat memiliki keunggulan tersendiri dalam menangani jenis bukti tertentu, mulai dari komputer hingga perangkat seluler.
Beberapa perangkat lunak populer yang digunakan profesional:
- Autopsy sebagai platform sumber terbuka untuk analisis komprehensif
- FTK Forensic Toolkit untuk pemulihan data tingkat lanjut
- Cellebrite khusus ekstraksi data perangkat seluler
- Magnet AXIOM untuk investigasi lintas platform
- EnCase untuk analisis mendalam hard drive
- Oxygen Forensic Detective fokus pada data mobile dan cloud
- X-Ways Forensics untuk efisiensi dan keandalan
Implementasi di Sektor Keuangan Forensik Digital
Asosiasi Forensik Digital Indonesia mencatat peningkatan kebutuhan forensik digital di sektor keuangan. Lembaga keuangan memerlukan kapabilitas ini untuk mendeteksi dan mencegah berbagai kejahatan seperti penipuan, pencucian uang, hingga pelanggaran data nasabah.
Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK Nomor 12 Tahun 2024 mewajibkan lembaga jasa keuangan menerapkan strategi anti-fraud yang mencakup pencegahan, deteksi, investigasi, hingga respons terhadap insiden. Forensik digital bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan telah menjadi pilar penting dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional.
Peran strategis di sektor keuangan mencakup empat aspek:
- Pencegahan dengan mengidentifikasi pola serangan dini
- Deteksi aktivitas mencurigakan secara real-time
- Investigasi dan penindakan dengan bukti elektronik yang sah
- Pemulihan kepercayaan publik melalui transparansi
Aspek Etika dan Privasi Data
Pelaksanaan forensik digital tidak lepas dari pertimbangan etika dan privasi. Pengumpulan serta penggunaan data memiliki potensi melanggar privasi pengguna jika tidak dilakukan dengan prosedur yang benar. Para praktisi harus memastikan metode yang digunakan sesuai regulasi yang berlaku.
Keseimbangan antara kebutuhan investigasi dan perlindungan hak privasi menjadi perhatian utama. Setiap pengambilan bukti harus didukung oleh dasar hukum yang jelas, dan data yang dikumpulkan hanya boleh digunakan untuk kepentingan investigasi yang telah ditentukan.
Prospek Karir di Bidang Ini
Permintaan akan profesional forensik digital diprediksi akan terus meningkat. Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa bidang ini akan semakin dibutuhkan untuk meningkatkan mitigasi dan ketahanan ekosistem digital Indonesia.
BSN berharap SDM bidang teknologi informasi yang tersertifikasi bisa diakui di tingkat internasional. Hal menarik, kompetensi di bidang ini dapat dipelajari oleh siapa saja meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang IT. Sertifikasi profesional menjadi jembatan untuk mengakomodasi keahlian yang diperoleh secara otodidak maupun dari pengalaman kerja.
Platform Penanganan Kejahatan Siber
Digital Forensic Indonesia baru saja meresmikan platform Indonesia Cyber Crime Combat Center atau IC4 pada awal tahun 2025. Platform ini dilengkapi berbagai fitur untuk menghadapi penipuan siber yang semakin marak, menjadi bukti komitmen dalam memperkuat ekosistem keamanan digital nasional.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penanganan kejahatan siber. Pemerintah, akademisi, praktisi industri, dan penegak hukum perlu bersinergi membangun infrastruktur forensik digital yang tangguh dan terpercaya.
Kesimpulan
Forensik digital telah berkembang menjadi disiplin ilmu yang sangat vital di era serba terkoneksi seperti sekarang. Kemampuannya mengungkap jejak kejahatan siber dan menyediakan bukti yang sah di pengadilan menjadikannya pilar penting dalam penegakan hukum modern. Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hal ketersediaan SDM dan infrastruktur, namun berbagai upaya standardisasi dan sertifikasi terus digalakkan. Bagi individu yang tertarik menekuni bidang ini, peluang karir terbuka lebar seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya keamanan siber dan investigasi digital di berbagai sektor industri.
Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Techno
Baca juga artikel lainnya: Gateway IoT Jembatan Penting dalam Sistem Perangkat Pintar

